Di zaman di mana AI bisa menjawab segalanya, Taman Baca Masyarakat (TBM) tidak boleh lagi hanya sekadar tempat meminjam buku. TBM harus berubah fungsi menjadi filter informasi dan penjaga kemanusiaan.

Berikut 3 fokus sederhana untuk kurikulum TBM saat ini:

  • Sentuhan Rasa (Humanis) Perbanyak kegiatan mendongeng (read aloud) tatap muka. AI bisa membacakan teks, tapi tidak punya ekspresi, emosi, dan kontak mata yang membangun ikatan batin.
  • Nalar Kritis (Detektif Info) Jangan musuhi HP. Ajak anak mencari info di AI, lalu minta mereka memverifikasinya lewat buku fisik di rak. Latih mereka untuk tidak menelan mentah-mentah jawaban mesin.
  • Kearifan Lokal (Nilai Unik) Fokus pada budaya dan cerita lokal daerah Anda. AI dilatih dengan data global/barat, maka TBM harus menjadi benteng pengetahuan lokal yang seringkali luput dari algoritma.

Intinya: Jadikan buku sebagai sumber kebenaran, dan AI sebagai alat bantu, bukan sebaliknya.